Skip to main content

Posts

Ikut-Ikutan Gila di Facebook

Wow, setelah berbulan-bulan tidak membuka facebook, sudah banyak sekali yang berubah. Bukan sisi tampilannya, tetapi lebih pada status yang ditulis oleh teman-teman dan berita yang dishare banyak media.
Awalnya saya masih biasa saja. Beberapa hari kemudian coba-coba like, lalu diteruskan dengan memberi komentar. Lama-kelamaan saya terbawa suasana juga. Pikiran yang adem tiba-tiba jadi panas membara.
Apa yang salah? Kalau diraba-raba, sepertinya ini memang dimulai dari Pilkada. Sebelum itu, saya lihat status teman-teman biasa saja. Paling sekedar sharing pemikiran, makanan, jalan-jalan, dan sedikit hiburan.
Kalau sekarang, semuanya sudah parah. Parah separah-parahnya. Gila segila-gilanya. Baik kubu A maupun kubu B selalu lempar serangan. Ada yang nyata-nyata, ada yang dalam bentuk sindiran yang sama-sama menyakitkan.
Ketenangan tidur saya selama bertahun-tahun ini terganggu hanya karena membuka facebook seminggu. Benar-benar luar biasa dampaknya. Membaca apapun jadi tidak fokus karena fakt…
Recent posts

Kasus Ahok: Ngono Yo Ngono, Tapi Ora Ngono

Sebenarnya sudah sejak beberapa bulan kemarin saya ingin menulis ini. Namun baru sekarang sempat menuliskannya. Lebih tepatnya sengaja saya sempatkan karena melihat perkembangan kasus Ahok hari ini yang divonis 2 tahun penjara.
Berbeda dengan kasus korupsi yang semua orang sepakat mengutuknya, kasus Ahok ini masih terbelah menjadi 2 golongan. Ada yang begitu membencinya dan semangat sekali memenjarakannya. Ada juga pendukung Ahok yang membela.
Lalu di mana posisi saya? Apakah saya termasuk yang pro atau kontra dengan Ahok? Agak susah menjawabnya. Bukan karena tidak berani memilih. Tapi karena orang pasti salah paham kalau tidak dijelaskan secara gamblang.
Apalagi saya juga beragama Islam. Tentu saya akan dikafir-kafirkan kalau ingin Ahok dibebaskan. Lho, berarti Anda membela Ahok? Bukan begitu juga. Apa yang dikatakan Ahok tentang Surat Al-Maidah memang salah.
Namun yang harus disadari, sampai sejauh mana kesalahan Ahok? Apakah begitu besarnya sehingga harus di penjara? Apakah tidak cukup…

WPS Office: Alternatif Terbaik Pengganti Microsoft Office

Sejak dulu saya selalu menggunakan MIcrosoft Office untuk melakukan berbagai aktivitas di komputer. Namun, sejak tahun kemarin saya sudah tidak pernah menggunakannya lagi. Selain karena berat, tentu saja karena saya menemukan software pengganti yang lebih baik. Namanya WPS Office.
Ceritanya berawal ketika saya install ulang komputer yang terkena virus. Setelah install selesai, tentu yang pertama kali saya cari adalah Microsoft Office. Saya bertanya ke salah satu teman, siapa tahu dia punya. Eh, teman saya ini malah bilang kalau sudah beberapa tahun ini tak menggunakannya.
Saya malah ditawari software lain. “Setelah merasakan sofware ini, pasti kamu akan suka dan tidak akan melirik Microsoft Office lagi. Tampilan dan performanya lebih oke. Dijamin.” Kata teman saya dengan yakin.
Awalnya saya sedikit ragu. Biasanya sesuatu yang serba gratis itu selalu punya banyak kelemahan. Makanya digratiskan. Kalau benar-benar bagus, bukankah lebih baik sofware itu dijual? Begitulah pemikiran awal saya.

Sejak Kapan Saya Suka Sepakbola?

Sepuluh tahun yang lalu, saya melihat begitu banyak teman SMA yang nonton sepakbola bersama. Entah kenapa, saya sama sekali tidak tertarik. Sore hari mereka selalu main sepakbola, saya memilih untuk tidur atau membaca.
Saat saya tanyakan apa alasan suka sepakbola, mereka tak bisa menjawabnya. “Ehhmm… Gimana ya. Susah dijelasin. Itu sama saja dengan pertanyaan, kenapa kamu suka membaca? Apa alasannya?”
Saya bingung juga menjawabnya. “Ya, suka saja. Pokoknya suka.” Kira-kira begitu jawaban saya dulu. Memang waktu itu membaca adalah satu-satunya hiburan bagi saya. Kalau bagi beberapa teman, mungkin sepakbola.
Pada tahun 2010, saat masih di kontrakan Wiratama, saya melihat banyak teman yang main PES. Saya juga tak tertarik sama sekali. Saat ada pertandingan Barcelona, saya penasaran ikut menontonnya. Sayang, saya tak merasakan apa-apa. Tak ada kesenangan sama sekali.
Setahun kemudian, semuanya berubah. Tepatnya pada tahun 2011. Waktu itu kebanyakan teman baru saja lulus kuliah dan belum beker…

Belajar Internet Marketing dalam 30 Hari

Jangan tertipu dengan judulnya. Tulisan ini tidak mengajarkan internet marketing, tapi hanya sekedar menceritakan pengalaman saya belajar selama sebulan ini. Tentu yang saya pelajari hanya sebagian kecil saja.
Kalau diumpamakan sebuah buku, saya baru mempelajari daftar isinya. Hanya gambaran besarnya. Dan malah kemungkinan belum semua daftar isinya saya baca. Tentu karena dunia internet marketing ini terlalu luas.
Setidaknya ada hal-hal mendasar yang harus dipelajari untuk masuk ke internet marketing. Berikut adalah hasil yang saya dapatkan selama belajar 30 hari ini. Mungkin beberapa hal akan terlihat sama tapi sebetulnya berbeda.
Untuk lebih jelasnya nanti bisa dipelajari sendiri di internet. Saya hanya menulis mengenai isu-isu utama yang perlu dipelajari dan dipahami untuk pemula. Ada yang berkaitan langsung dengan internet marketing, ada yang tidak langsung. Diantaranya sebagai berikut:
1. Domain 2. Hosting 3. CMS 4. LMS 5. E-Commerce 6. Theme 7. Plugin 8. SSL 9. Security 10. Programming Langu…